Laporan Posisi Keuangan (Neraca) : Pengertian, Manfaat, Komponen, Bentuk
Neraca atau juga lebih dikenal dengan Balance Sheet istilah yang sering digunakan dalam pembuatan financial statement. Laporan neraca menjadi kebutuhan yang lumrah dalam mengetahui kesehatan keuangan maupun kinerja keuangan suatu perusahaan.
Dalam dunia akuntansi neraca merupakan salah satu laporan keuangan yang penting yang digunakan untuk menjalankan sebuah bisnis. Laporan neraca juga dijadikan sebagai acuan dalam mengambil keputusan, dimana neraca memberikan informasi/laporan mengenai aset/harta kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, hutang yang dimiliki untuk membayar kepada pihak lain, dan modal pemegang saham dalam periode waktu tertentu.
Untuk mengetahui keadaan perusahaan dalam kondisi sehat atau tidak, perusahaan membutuhkan laporan neraca yang sesuai. Pelaporan neraca yang sesuai dimaksudkan agar bisnis yang dijalankan bisa berjalan dengan lancar.
Pengertian Neraca (Laporan Posisi Keuangan)
Neraca atau yang disebut juga dengan Laporan Posisi Keuangan memuat informasi mengenai keseimbangan antara posisi aset/harta dengan posisi hutang dan modal secara menyeluruh dan terperinci dalam suatu periode tertentu.
Menurut Hery, neraca (balance sheet) melaporkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham pada suatu tanggal tertentu. Dengan menyediakan informasi mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham, neraca dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengevaluasi tingkat likuiditas, struktur modal, dan efisiensi perusahaan, serta menghitung tingkat pengembalian aset atas laba bersih.
Menurut Irham Fahmi, neraca (balance sheet) merupakan informasi yang menggambarkan tentang kondisi dan situasi current asset, non-current asset, liabilities, dan shareholders equity serta berbagai item lainnya yang termasuk di sana, untuk selanjutnya informasi tersebut dijadikan sebgai alat dalam mendukung proses pengambilan keputusan (decision making).
Dikutip dari Wikipedia, neraca atau laporan posisi keuangan (balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan (kekayaan, kewajiban, dan modal) dari suatu entitas tersebut pada akhir periode tersebut.
Jika merujuk berdasarkan definisi neraca, maka setiap perusahaan baik dalam bidang jasa atau pun dagang perlu membuat atau memilki laporan neraca guna membantu untuk mempermudah proses pengelolaan keauangan dalam perusahaan tersebut.
Manfaat Laporan Keuangan Neraca
Laporan keuangan neraca memuat daftar yang sistematis dari aktiva, kewajiban dan modal pemilik yang diurutkan berdasarkan urutan tertentu. Informasi yang dimuat kedalam laporan keuangan neraca disajikan berdasarkan nominal yang real dan akurat sehingga dapat memberikan gambaran posisi keuangan suatu perusahaan.
Selain mendapatkan informasi secara ringkas mengenai posisi keuagan perusahaan pada periode waktu tertentu, neraca keuangan memiliki manfaat bagi para pemangku kepentingan yang membutuhkan laporan keuangan neraca tersebut.
Ada pun beberapa manfaat bagi para pemangku kepentingan :
1. Mengetahui Jumlah Kepemilikan Aktiva dan Passiva
Dalam laporan keuangan neraca dapat dilihat kondisi dan situasi yang menggambarkan jumlah aset atau kekayaan yang dimiliki entitas, jumlah kewajiban yang dimiliki entitas, serta mengetahui jumlah investasi pemilik.
2. Alat Pendukung Pengambilan Keputusan
Dengan mengetahui kondisi dari posisi keuangan suatu entitas, para pemangku kepentingan dapat membuat analisis sebagai bahan keputusan dalam keinginan untuk berinvestasi, memberikan pinjaman, pembiayaan, serta strategi bisnis.
3. Kemampuan Dalam Melunasi Hutang
Kemampuan suatu entitas dalam membayar atau melunasi hutang jangka pendeknya kepada pihak lain dengan membandingkan aktiva dengan kewajibannya.
4. Melihat Kondisi Likuiditas Entitas
Kemampuan suatu entitas dalam mengembalikan hutang yang dimiliki kepada pihak lain melalui aset yang likuid atau harta yang paling cepat dicairkan yang dimiliki oleh entitas.
Komponen - Komponen Neraca
Dalam membuat laporan keuangan neraca (laporan posisi keuangan) terdapat 3 komponen penting, yaitu :
1. Aktiva
Aktiva atau harta yang dimiliki atau dikumpulkan oleh perusahaan yang memiliki manfaat bagi perusahaan dalam membiayai kebutuhan di masa depan.
Aktiva terdiri dari tiga unsur, yaitu aktiva lancar, aktiva tetap, dan aktiva tidak berwujud. Saldo normal aktiva berada dalam kolom debit.
2. Kewajiban
Kewajiban atau hutang merupakan sebuah tanggungjawab perusahaan dalam membayar atau melunasi hutang yang dimiliki kepada pihak kreditur berdasrkan tanggal jatuh tempo yang telah disepakati.
Kewajiban terdiri dari dua unsur, yaitu kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Saldo normal kewajiban berada dalam kolom kredit.
3. Ekuitas
Ekuitas atau modal merupakan hak (kekayaan) yang dimiliki oleh perusahaan yang digunakan sebagai sumber keuangan utama dalam pembiayaan operasional bisnis sebelum memperoleh laba.
Unsur ekuitas terdiri dari modal disetor, laba ditahan, saham, serta cadangan laba. Saldo normal ekuitas berada dalam kolom debit.
Bentuk Laporan Neraca
Dalam menyajikan laporan keuangan neraca komponen aktiva dan komponen kewajiban diklasifikasikan berdasarkan urutan tertentu. Aktiva diurutkan berdasarkan harta yang paling likuid (paling cepat dicairkan) sedangakan kewajiban diurutkan berdasarkan besarnya nominal. Akan tetapi untuk Beban Rupa-Rupa, sebesar apapun nominalnya tetap berada diurutan paling akhir.
Penyajian laporan keuangan neraca terdapat dua bentuk yang bisa digunakan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan, yaitu bentuk scronto dan bentuk staffel.
1. Scronto (Account Form)
Neraca bentuk scronto atau yang disebut juga bentuk T menyajikan atau membuat laporan keuangan neraca kedalam bentuk dua sisi atau melebar atau menyamping. Sisi sebelah kiri ada aktiva dan sisi sebelah kanan ada kewajiban yang diikuti oleh ekuitas yang berada dibawah kewajiban.
2. Staffel (Report Form)
Neraca bentuk staffel memiliki format yang berbeda dari neraca bentuk scronto, neraca betuk staffel komponennya disajikan dari atas hingga ke bawah. Aktiva diletakkan paling atas, diikuti oleh kewajiban hingga ekuitas yang berada di posisi paling bawah. Neraca bentuk staffel juga sering disebut sebgai neraca bentuk laporan.

.png)
.png)



Komentar
Posting Komentar